Minggu, 10 Maret 2013

Video Kekejaman Densus 88 Youtube



Berita untuk Video Densus 88 yang tengah melakukan kekerasan atau kekejaman terhadap warga terduga teroris marak beredar di dunia maya. Tenar seperti video harlem shake namun dalam video rekaman mengenai penganiayaan oleh personel Detasemen Khusus 88 Antiteror itu baru diunggah dan langsung menjadi buruan para pencari berita, terlihat dari Video Youtube Densus yang diupload oleh akun bernama ArrahmahChannel telah mencapai lebih dari 20K view sejak Jumat, 1 Maret 2013. Penasaran dengan video kekejaman yang diduga dilakukan oleh personil Densus 88 tersebut LM pun melakukan penelurusan di situs Youtube. Perhatian!!! bila tidak sanggup melihat mohon tidak meneruskan melihat video berikut.

Densus 88

densus 88

Video Kekejaman Densus 88


Dalam Video Kekejaman Densus 88 tersebut tampak terlihat jelas puluhan polisi berpakaian seragam mirip seragam Densus 88 dan polisi berseragam Brigade Mobil sedang menenteng senjata laras panjang. Kemudian tampak gambar seorang terkena tembakan di dada tembus ke punggung yang tetap dipaksa berjalan. Seseorang itu diketahui bernama Wiwin setelah polisi menginterogasinya. Adegan yang lebih terlihat sadisnya, meski Wiwin telah bersimbah darah namun polisi tidak menolongnya malah terus menanyai dia, bahkan di antara polisi tersebut yang justru mengucapkan "Win istigfar, kamu sudah mau mati," dan "agar masuk surga" lanjutnya sambil menuntun agar mengucapkan dua kalimat syahadat.

Kamis, 07 Maret 2013

Tradisi di Bali



Budaya Bali memang semua unik dan semua budaya Bali mampu menarik wisatawan untuk datang ke Bali untuk menikmati wisata alam Bali dan mengenal Budaya dari masyarakat Bali. Salah satu budaya Bali yang unik adalah Tradisi Omed-Omedan yang berarti tarik-menarik dalam bahasa Indonesia, ini diikuti oleh pemuda dan pemudi yang belum menikah, berumur antara 17-30 tahun, med-medan atau tarik-menarik diikuti adegan berciuman antara satu pemuda dan pemudi.Tradisi ini memang tergolong sangat unik dan membuat kita penasaran, prosesi ini hanya dirayakan sehari setelah upacara Nyepi atau pada hari Ngembak Geni, tanggal 1 pada tahun Baru Caka kalender Bali. Tradisi unik ini dirayakan di desa Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar.


  *bukan porno

 Prosesi omed-omedan ini di mulai dari acara persembahyangan bersama, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok pemuda dan pemudi yang saling berhadapan, saling tarik-menarik, berpelukan dan berciuman ditonton oleh ribuan warga, bagi yang tidak berhasil mencium pasangannya dihadiahi siraman air sehingga menambah keriuhan suasana.


Omed-omedan melibatkan sekaa teruna-teruni atau pemuda-pemudi umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa namun belum menikah. Dalam bahasa Bali, Med-medan sama dengan paid-paidan, berarti saling tarik menarik. Jadi med-medan adalah ritual saling tarik-menarik antara kelompok pemuda dengan kelompok pemudi untuk memohon keselamatan seluruh warga desa.
Prosesi med-medan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk mohon keselamatan. Usai sembahyang, peserta dibagi menjadi dua kelompok, laki-laki dan perempuan. Kemudian kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa. Setelah seorang sesepuh desa memberikan aba-aba, kedua kelompok saling mendekat. Bnegitu bertemu, peserta terdepan saling tarik menarik lalu berciuman disaksikan ribuan penonton. Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian sehingga semua peserta kebagian berciuman.
Di tengah kehidupan Kota Denpasar yang sudah modern, tradisi unik warisan leluhur ini yang diwariskan sekitar tahun 1900-an masih juga dirayakan sampai sekarang ini. Sesuai dengan adat Timur yang masih memegang etika, tentunya tidak semua masyarakat Bali bahkan warga Sesetan yang setuju dengan tradisi ini, tradisi ini pernah dihentikan, namun Namun, tak lama kemudian, terjadi perkelahian 2 ekor babi di pelataran Pura, yang amat seru dan anehnya keduanya menghilang begitu saja di tengah perkelahian.Oleh warga setempat, peristiwa itu dianggap sebagai pertanda buruk. Maka, omed-medan pun kembali dilangsungkan.
Memang benar-benar unik ya Tradisi Omed-omedan Ini. Jadi bagi wisatawan yang sedang menikmati wisata di Bali saat Tradisi unik ini berlangsung, luangkanlah waktunya untuk menyaksikan Tradisi ini.
Selamat Menyaksikan.